Langsung ke konten utama

Duodecim Scientia Senos

Dan ketika waktu bergulir ke belakang aku mencoba menyingkap lagi sebuah memori di sudut sekolah. Saat kita dipertemukan waktu untuk berjalan dalam lajur yang sama. Aku tahu setiap detik, menit, jam ataupun hari yang telah berlalu banyak hal yang mungkin akan menjadi sebuah cerita kita saat tua nanti. Walaupun bukan tentang berapa lama kita saling mengenal, tapi lebih kepada bagaimana kita melewati hari hari itu bersama.
Tak terasa kawan kita sendiri sudah mengambil arus jalan yang berbeda. Kita berjalan sesuai  arah pada peta  kehidupan kita masing-masing. Aku tahu, ini adalah proses mendewasakan kita. Bukan lagi seorang remaja putih abu-abu yang membawa pena atau buku di tangan. Namun kita mulai tumbuh menjadi orang yang sebenarnya. 

Annual Book


Dan ingatlah kawan, seberapa tinggi puncak yang kalian raih, kita pernah memulai mendakinya bersama. Kita pernah berpijak pada haluan yang sama. Kita dipertemukan waktu untuk berjuang bersama. Dan jika kelak, kalian sudah dulu mencapai puncak itu, rangkulah tangan siapa saja yang masih belum sampai. Semoga waktu juga berpihak untuk menemukan kita berpijak pada kesuksesan kita masing-masing. 

Kelas XI yg apalah apalah. 
We cannot tell the precise moment when friendship is formed. As in filling a vessel drop by drop, there is at last a drop which makes it run over; so in a series of kindnesses there is at last one which makes the heart run over. – Ray Bradbury

 aku merasa tomboy dulu --"



Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything. – Muhammad Ali

Komentar

  1. We'll never be as young as we are now... Its time to leave this old black and white town. Lets seize the day lets run away don't let the color fade to grey 😆😆😆😆😆😆😆😂

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Narasi Hujan

Kudengar gemericik air hujan kini mulai deras. Sore beriring kabut mendung. Awan tak kuasa menampung air di dalam perutnya. Melepaskan satu persatu tetes ke bumi membuatnya lega. Setiap cuaca terkadang menyebabkan rasa. Aku masih kurang percaya, apa aku menjadi salah satu korbannya. Sejujurnya aku tak begitu menyukai hujan. Suara guntur dan derasnya air semakin membuat mencekam. Aku lebih menikmati gerimis kecil hujan dan pasca hujan itu reda. Mendamaikan. Menyejukkan. Dingin yang menghangatkan. Suasana yang selalu aku inginkan. Walaupun begitu, aku tidak sepenuhnya membenci cuaca ini. Setidaknya dulu ia pernah menghentikan aku denganmu dalam satu waktu. Aku malu karena akhirnya aku tak bisa menyembunyikan rasa takutku kala itu. Betapa tidak. Aku tidak sepemberani anak yang lain ketika merasakan hujan. Aku cukup ketakutan sehingga aku selalu memilih menguatkan diri sendiri dengan menggenggam tangan. Sekali lagi aku malu. Semua terlihat jelas di matamu. Tak banyak berkutik, a...

Memaknai Kehilangan

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang tentang penghambaan seorang manusia kepada Yang Maha Kuasa. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Menyadarkan bahwa kehidupan di dunia ini memanglah tiada yang abadi. Januari menjadi bulan yang berat bagiku. Bagaimana tidak? Ibuku yang teramat aku sayangi meninggalkanku. Sudah cukup waktunya berada di dunia hingga akhirnya beliau pamit untuk bertemu dengan Allah Sang Pencipta. Mungkin satu hal yang tidak akan aku sesali sepanjang hidupku adalah, di saat-saat terakhir beliau aku mendampingi selalu dari pagi hingga bertemu pagi lagi. Maafkan putrimu bu, yang mungkin tak banyak memiliki waktu sebelumnya denganmu. Namun, janganlah bersedih ataupun kecewa bu, karena aku masih tetap sama menjadi putri kecilmu. Sampai detik ini pun aku masih selalu berusaha menjadi anak yang berbakti kepadamu. Senyum yang teramat cantik terkembang dalam balutan kain kafan ibuku. Mas Agung, suamiku, sempat berkata “Mamak udah tenang ndaa. Mamak cantik bang...

Semusim

Mengingat kembali kenangan pernikahan kami yang sederhana namun penuh makna. Desember tahun lalu menjadi bulan yang begitu berkesan bagi kami berdua. Butuh keberanian dan nyali yang tinggi saat akhirnya kami sepakat menikah di tahun kemarin. Kondisi kami berdua yang bekerja di luar kota dan jarak antar keluarga yang lumayan jauh menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Sebuah mimpi sederhana saya ketika menikah adalah mempunyai gaun pengantin sendiri sehingga mempunyai kenang-kenangan tersendiri tentunya. Selain itu, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menikah didampingi dengan ibu saya, walaupun sebulan setelah pernikahan akhirnya beliau berpamit. Berbekal doa dan ikhtiar kami, pernikahan yang sederhana namun penuh makna bisa kami selenggarakan. Tepat setahun lalu, kami berdua menjadi sepasang suami istri. Target saya menikah di usia 25 tahun juga tanpa diduga bisa terlaksana. Alhamdulillah, berkat doa dan bantuan orang-orang baik di sekitar, kami bisa menyiapkan sep...