Langsung ke konten utama

Kepada Seseorang

Kepada seseorang yang telah Allah sandingkan denganku esok hari
Aku disini sedang berusaha Memantaskan diri dan memantapkan hati, sehingga kelak apabila nanti waktu yang baik mempertemukan kita, aku dapat menjadi sosok yang diharapkanmu. Aku tak mengharapkan engkau menilai kesempurnaanku, karena mustahil aku bisa menjadi sosok sempurna di matamu. Aku pun juga tak akan mengharapkan kesempurnaan dirimu. Karena yang aku tahu, Allah telah menciptakan semua makhluknya dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. sehingga kita mungkin bisa melengkapi satu sama lain. Janganlah bosan untuk menegurku jika kelak banyak tingkah lakuku yang keliru. Aku ingin engkau menjadi rambu rambu petunjuk bagiku.

Kepada seseorang yang telah Allah rencanakan untukku nanti
Aku selalu menunggu datangnya waktu yang baik itu. Namun aku tahu, Allah belum mengizinkannya untuk saat ini. Allah tahu bahwa masih banyak pembenahan diri yang harus dilalui untuk setidaknya mengetahui siapa sebenarnya dirimu. Karena sampai detik ini sosokmu masih benar-benar samar di mataku. Entah itu sahabat yang telah aku kenal, sosok di masa lalu atau orang baru yang saat ini aku belum mengenalnya. Aku tak tahu. Namun ketahuilah bahwa setidaknya engkau selalu aku selipkan dalam setiap doaku.

Kepada seseorang yang kelak berada di sampingku
Aku tak berharap banyak dari dirimu. Aku tak ingin membebanimu dengan terlalu mencintaiku. Aku juga tak ingin waktumu tersita penuh karenaku. Aku hanya ingin engkau menjadi pribadi yang baik sehingga kelak baik pula dalam menjadi imamku.  Aku harap kini engkau mempersiapkan itu. Dan semoga Allah selalu meridhoi setiap detik penantianku dan penantianmu. Karena aku tahu Allah selalu bersama dengan orang yang sabar. 

I love you my future~
Subuh yang dingin di 27 Ramadhan 1436 H_

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Narasi Hujan

Kudengar gemericik air hujan kini mulai deras. Sore beriring kabut mendung. Awan tak kuasa menampung air di dalam perutnya. Melepaskan satu persatu tetes ke bumi membuatnya lega. Setiap cuaca terkadang menyebabkan rasa. Aku masih kurang percaya, apa aku menjadi salah satu korbannya. Sejujurnya aku tak begitu menyukai hujan. Suara guntur dan derasnya air semakin membuat mencekam. Aku lebih menikmati gerimis kecil hujan dan pasca hujan itu reda. Mendamaikan. Menyejukkan. Dingin yang menghangatkan. Suasana yang selalu aku inginkan. Walaupun begitu, aku tidak sepenuhnya membenci cuaca ini. Setidaknya dulu ia pernah menghentikan aku denganmu dalam satu waktu. Aku malu karena akhirnya aku tak bisa menyembunyikan rasa takutku kala itu. Betapa tidak. Aku tidak sepemberani anak yang lain ketika merasakan hujan. Aku cukup ketakutan sehingga aku selalu memilih menguatkan diri sendiri dengan menggenggam tangan. Sekali lagi aku malu. Semua terlihat jelas di matamu. Tak banyak berkutik, a...

Memaknai Kehilangan

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang tentang penghambaan seorang manusia kepada Yang Maha Kuasa. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Menyadarkan bahwa kehidupan di dunia ini memanglah tiada yang abadi. Januari menjadi bulan yang berat bagiku. Bagaimana tidak? Ibuku yang teramat aku sayangi meninggalkanku. Sudah cukup waktunya berada di dunia hingga akhirnya beliau pamit untuk bertemu dengan Allah Sang Pencipta. Mungkin satu hal yang tidak akan aku sesali sepanjang hidupku adalah, di saat-saat terakhir beliau aku mendampingi selalu dari pagi hingga bertemu pagi lagi. Maafkan putrimu bu, yang mungkin tak banyak memiliki waktu sebelumnya denganmu. Namun, janganlah bersedih ataupun kecewa bu, karena aku masih tetap sama menjadi putri kecilmu. Sampai detik ini pun aku masih selalu berusaha menjadi anak yang berbakti kepadamu. Senyum yang teramat cantik terkembang dalam balutan kain kafan ibuku. Mas Agung, suamiku, sempat berkata “Mamak udah tenang ndaa. Mamak cantik bang...

Semusim

Mengingat kembali kenangan pernikahan kami yang sederhana namun penuh makna. Desember tahun lalu menjadi bulan yang begitu berkesan bagi kami berdua. Butuh keberanian dan nyali yang tinggi saat akhirnya kami sepakat menikah di tahun kemarin. Kondisi kami berdua yang bekerja di luar kota dan jarak antar keluarga yang lumayan jauh menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Sebuah mimpi sederhana saya ketika menikah adalah mempunyai gaun pengantin sendiri sehingga mempunyai kenang-kenangan tersendiri tentunya. Selain itu, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menikah didampingi dengan ibu saya, walaupun sebulan setelah pernikahan akhirnya beliau berpamit. Berbekal doa dan ikhtiar kami, pernikahan yang sederhana namun penuh makna bisa kami selenggarakan. Tepat setahun lalu, kami berdua menjadi sepasang suami istri. Target saya menikah di usia 25 tahun juga tanpa diduga bisa terlaksana. Alhamdulillah, berkat doa dan bantuan orang-orang baik di sekitar, kami bisa menyiapkan sep...