Sebuah renungan bagi aku, kamu, dan
kita semua yang sering mengeluh tentang sulitnya dunia...
Wahai
kawanku, mungkin saat ini kamu sedang menopang dagu, memutar otak, mencari ide,
tentang bagaimana kamu melanjutkan kehidupan. Banyak pikiran-pikiran yang satu
persatu mengantri untuk dipikirkan. Mungkin tentang apa yang harus kamu makan
esok hari, uang kiriman per bulan yang hampir habis, haruskah pulang ke kampung
halaman menjenguk keluarga, bagaimana kelanjutan skripsimu yang sudah lama tak
ada kabar, deadline tugas kuliah dan
organisasi, atau hal lain semacamnya yang sering kita alami sebagai seorang
mahasiswa.
Ada
pelajaran yang menarik dari pengalaman praktik kuliahku kali ini. Yaaa, tentu
saja. Banyak dari kita yang sering mengeluh tentang rumitnya lika-liku dunia,
sedang aku kini dihadapkan pada persoalan orang lain yang mungkin sangat jauh
lebih rumit dari permasalahanku sendiri. Bagaimana hati tidak tersentuh,
tatkala seseorang yang lebih muda dariku mempunyai masalah laksana benang
kusut. Kemudian, ia dengan polosnya tetap mengembangkan senyum. Bagaimana
denganmu, yun?
Sebuah
pelajaran bagi aku, kamu dan kita semua bahwa bersyukurlah pada setiap apa yang
kau punya dan apa yang kau perjuangkan. Bahwasanya, ketika engkau rajin
bersyukur, menikmati segala yang telah diberi oleh Yang Kuasa, tentu kau akan
dapat sebuah ketenangan hati, kejernihan berpikir, dan sudah barang tentu kunci
bagaimana jalan keluar dari setiap permasalahan. Setidaknya, engkau masih punya
Allah yang selalu mendampingimu. Ada banyak orang yang mungkin saat ini sangat
merindukan berada di posisimu. Beberapa orang mungkin berjuang untuk dapat
setara denganmu. Beberapa orang dengan gigihnya masih memiliki semangat dan
keyakinan, bahwa hidup harus terus berjalan bagaimanapun rumitnya.
Garut,
24 Oktober 2017
15:42
Komentar
Posting Komentar