Aku ucapkan selamat merindu pada diriku sendiri di masa lalu. Saat menangis adalah satu-satunya cara ampuh untuk menaklukkan hati ibuku. Beruntungnya aku tidak sendiri. Sebelah rumahku ada gadis kecil yang usianya lebih muda 2 tahun dariku. Panggil saja lestari.
Lambat laun kami tumbuh menjadi sosok perempuan dewasa. Banyak perubahan yang ada pada diri kami. Saat ini dia sudah menjadi seorang guru, sedang aku masih saja mengadu nasib di kota orang. Obrolan kami sekarang bukanlah tentang kapan waktu untuk bertemu, tapi tentang siapa nanti yang akan menikah lebih dulu.
Beruntungnya aku masih dikelilingi sahabat yang baik, salah satu rezeki yang Allah selalu beri kepadaku dan aku mensyukuri itu.
Secara sengaja kami dipertemukan untuk bersahabat. Ia asli Gombong, sedang Tambak adalah rumah kakek dan neneknya di Purworejo. Dulu waktu kami kecil pertemanan kami hanya sebatas main pasar-pasaran dan petak umpet. Aku dan tari adalah sosok anak kecil rumahan yang akan dipanggil oleh ibunya tatkala sore hari masih belum di rumah.
Kami tidak pernah sama sekali bersekolah di tempat yang sama. Bagaimana mungkin kami bisa menjadi teman sekolah, Ia mengunjungi purworejo hanya jika libur semester atau hari raya saja. Tentu persahabatan kami hanya sekedar itu. Kalau saja kami berada di sekolah yang sama, maka dia adalah adik kelas 2 tingkat di bawahku.Lambat laun kami tumbuh menjadi sosok perempuan dewasa. Banyak perubahan yang ada pada diri kami. Saat ini dia sudah menjadi seorang guru, sedang aku masih saja mengadu nasib di kota orang. Obrolan kami sekarang bukanlah tentang kapan waktu untuk bertemu, tapi tentang siapa nanti yang akan menikah lebih dulu.
Beruntungnya aku masih dikelilingi sahabat yang baik, salah satu rezeki yang Allah selalu beri kepadaku dan aku mensyukuri itu.
Komentar
Posting Komentar