Waktu berlalu
begitu saja. Aku rasa sekarang waktu berjalan lebih cepat dari langkah kaki
kelinci. Kesibukanku masih saja berkutat dengan hal yang sama. Bersyukur tahun
ini aku diberi kesempatan untuk sedikit menghilangkan penat dengan berlibur ke
luar kota. Kesempatan yang sebentar aku manfaatkan untuk bertemu dengan
orang-orang yang aku sayangi. Mereka adalah salah satu alasan dari sekian
banyak alasanku yang masih memiliki semangat menjalani hari.
Beberapa bulan kebelakang, tidurku tak teratur. Aku bisa
saja menghabiskan waktu di malam hari untuk begadang, dan terbangun di
sepertiga malam. Malam yang makin larut terkadang membawa diriku untuk
merenungi diri. Mencoba bertafakur atas apa yang sudah dilakukan sampai di usia
ini.
Pikiranku bisa membawaku melanglang buana ke hal-hal yang
di luar nalar. Banyak pertanyaan yang aku lontarkan kepada diriku sendiri.
Salah satunya adalah apa tujuan hidupku.
Terkadang aku merasa di titik terlemah dalam hidup. Aku
yang mungkin seketika hilang kendali karena terlalu memikirkan nikmat duniawi.
Banyak pertanyaan tentang hidup yang aku tanyakan kepada sekelilingku. Aku
menyadari jawaban mereka tak cukup bisa menjawab kekritisanku tentang hidup.
Ada saat dimana akhirnya malam menjadi waktu terbaik bagiku
untuk memahami diriku sendiri. Banyak literatur yang aku baca memberikan aku
sedikit pemahaman dunia. Berusaha mendekatkan diri kepada pemilik semesta
menjadi tempat pelarian atas pertanyaaan-pertanyaanku yang belum terjawab. Ada
ketenangan yang aku temui disana.
Hidup ini sementara. Sebenarnya kebanyakan dari kita telah
mengetahui kalimat tersebut. Meskipun demikian, hanya beberapa orang yang
mendalami maknanya. Aku mencoba menafsirkan bagaimana aku melihat dan merasakan
kalimat tersebut.
Allah sungguh baik kepadaku. Perlahan aku menyukai hal-hal
yang lebih menenangkan hatiku. Semesta turut mendukung, mengingatkan dan
membersamai dalam kebaikan. Akhirnya banyak hal yang aku sadari, hidup ini
perkara mendapatkan ridho Allah. Aku menemukan hati dan jiwa yang penuh
ketenangan saat diriku mengingat Allah. Beberapa permasalahan duniawi tak cukup
rasanya habis diselesaikan apabila aku masih saja berkutat dengan nafsu dan
harapanku yang diluar kendali tanpa melibatkanNya.
Telah banyak perjalanan hidup yang akhirnya menemukanku
pada jalan kembali padaNya. Semua terasa tenang ketika aku kembali mengingat
kekuasaanNya.
Kini aku menyadari betul, pencarianku tak perlulah kemana-mana.
Arti hidupku tak jauh dari diriku. Allah selalu di dalam hatiku. Kebahagiaan
dan ketenangan hati kutemui saat melibatkan Allah dalam setiap
perjalanan hidupku.
Kedawung, 24 Maret 2020
15.27
Komentar
Posting Komentar